Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita mengalami kecemasan (anxiety) dan overthinking. Pikiran yang terus-menerus memikirkan hal-hal yang belum terjadi, merasa takut akan masa depan, atau terlalu khawatir dengan keputusan yang diambil sering kali membuat hati dan pikiran menjadi tidak tenang. Namun, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan panduan bagi umatnya untuk menghadapi rasa cemas dengan cara yang benar, yaitu dengan berserah diri kepada Allah SWT.
Kecemasan dan overthinking bisa muncul karena berbagai faktor, di antaranya:
- Takut akan masa depan – Kekhawatiran berlebihan terhadap hal yang belum terjadi.
- Perfeksionisme – Ingin segala sesuatu berjalan sempurna dan takut akan kegagalan.
- Kurangnya tawakal – Tidak sepenuhnya menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha.
- Pengaruh lingkungan – Tekanan dari media sosial, ekspektasi masyarakat, atau tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya."
(QS. At-Talaq: 3)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kecemasan dapat dikurangi dengan mempercayakan segala urusan kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal.
Cara Islam Mengatasi Anxiety dan Overthinking
Perbanyak Zikir dan Doa
Zikir adalah salah satu cara terbaik untuk menenangkan hati yang gelisah. Allah SWT berfirman:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Beberapa zikir dan doa yang dianjurkan untuk meredakan kecemasan:
- Hasbunallah wa ni'mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung).
- La hawla wa la quwwata illa billah (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).
Doa Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi kegelisahan:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kesusahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, serta dari belitan utang dan penindasan manusia.”
(HR. Bukhari)
Berusaha, Lalu Bertawakal
Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Jangan biarkan kecemasan menghambat kita untuk bertindak. Lakukan yang terbaik, lalu serahkan hasilnya kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan kembali sore dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi)
Fokus pada Saat Ini (Mindfulness dalam Islam)
Banyak kecemasan muncul karena kita terlalu terikat pada masa lalu atau terlalu khawatir akan masa depan. Islam mengajarkan kita untuk fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian bangun di pagi hari, maka janganlah ia berkata: ‘Seandainya begini atau begitu,’ tetapi hendaklah ia berkata: ‘Ini adalah ketetapan Allah dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.’”
(HR. Muslim)
Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
- Olahraga: Aktivitas fisik membantu mengurangi stres dan meningkatkan hormon kebahagiaan.
- Makan makanan halal dan sehat: Nutrisi yang baik membantu menstabilkan emosi.
- Tidur yang cukup: Kurang tidur bisa memperburuk kecemasan dan membuat otak lebih sulit berpikir jernih.
Kurangi Paparan Berita Negatif dan Media Sosial
Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif atau membandingkan diri dengan orang lain di media sosial bisa memperparah overthinking. Batasi waktu online dan gunakan media sosial dengan bijak.
Bersedekah dan Membantu Sesama
Ketika kita membantu orang lain, kita akan merasa lebih bersyukur dan kecemasan pun berkurang. Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. Tirmidzi)
Anxiety dan overthinking adalah hal yang wajar dialami, tetapi Islam memberikan solusi agar kita tidak terjebak dalam perasaan tersebut. Dengan memperbanyak zikir, doa, tawakal, fokus pada saat ini, menjaga kesehatan, dan berbagi dengan sesama, hati kita bisa menjadi lebih tenang. Percayalah bahwa setiap ujian datang dengan hikmah, dan Allah selalu bersama hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya.
Jadi, mari kita hadapi kecemasan dengan iman dan keyakinan bahwa Allah akan selalu mencukupi segala kebutuhan kita. 😊