Dalam kehidupan modern, konsep self-love atau mencintai diri sendiri semakin populer. Banyak yang mengajarkan bahwa mencintai diri berarti memprioritaskan kebahagiaan pribadi tanpa peduli dengan orang lain. Namun, dalam Islam, self-love bukanlah tentang egoisme, melainkan tentang menjaga diri dengan cara yang diridhai Allah. Mencintai diri sendiri dalam Islam berarti merawat fisik, mental, dan spiritual dengan tetap berpegang pada nilai-nilai akhlak yang mulia.
Self-Love dalam Perspektif Islam
Self-love dalam Islam adalah bentuk syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Menyayangi diri bukan hanya tentang menerima diri apa adanya, tetapi juga tentang terus berusaha menjadi lebih baik. Menghargai setiap anugerah yang Allah berikan, baik fisik maupun non-fisik, merupakan bentuk kesadaran bahwa diri kita adalah amanah. Tidak ada alasan untuk rendah diri, tetapi juga penting untuk menghindari sikap sombong. Self-love sejati dimulai dari hubungan yang baik dengan Allah, yang menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan sejati.
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjaga tubuh dan pikiran. Tubuh yang sehat akan membantu kita beribadah dengan lebih baik. Makan makanan yang halal dan sehat, sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan pola makan seimbang, merupakan salah satu bentuk self-love. Selain itu, menjaga kebersihan, berolahraga, dan cukup istirahat juga menjadi bagian penting dari merawat diri. Dari sisi mental, berpikir positif, menjauhi stres berlebihan, dan bertawakal kepada Allah membantu menjaga ketenangan batin.
Menjaga Akhlak dalam Mencintai Diri
Self-love bukan berarti mengabaikan orang lain atau menjadi egois. Islam mengajarkan bahwa mencintai diri harus disertai dengan akhlak yang baik. Sifat rendah hati perlu dijaga agar tidak membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan. Sikap sopan dalam berbicara dan bertindak juga menjadi refleksi dari self-love yang sehat. Selain itu, menghindari sifat dengki dan iri hati akan membuat hati lebih tenang dan bahagia. Fokus pada pengembangan diri tanpa merasa lebih dari orang lain adalah cara terbaik untuk tetap rendah hati.
Meningkatkan Spiritualitas dan Kedekatan dengan Allah
Self-love yang benar akan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Salah satu cara mencintai diri adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah. Memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, dan berzikir akan memberikan ketenangan batin. Menjauhi hal-hal yang merusak iman, seperti konten negatif di media sosial atau lingkungan yang tidak baik, juga termasuk bentuk self-love. Kesadaran bahwa tidak semua yang kita inginkan baik untuk kita akan menumbuhkan sikap tawakal dan kepasrahan kepada Allah.
Menjalin Hubungan Baik dengan Sesama
Self-love juga mencakup bagaimana kita memperlakukan orang lain. Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari mencintai diri sendiri, tetapi juga dari kebaikan yang kita berikan kepada orang lain. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Berbagi dan menolong sesama bukan hanya meningkatkan self-love, tetapi juga mempererat hubungan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memilih lingkungan yang baik dan mendukung pertumbuhan spiritual serta emosional.
Self-love dalam Islam bukanlah tentang egoisme, tetapi tentang merawat diri dengan tetap menjaga akhlak dan hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Dengan mencintai diri secara benar, kita bisa menjadi Muslimah yang lebih bahagia, sehat, dan tetap berada di jalan yang diridhai-Nya. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk mencintai diri dengan cara yang terbaik menurut Islam. Aamiin.