Dalam perjalanan hidup, ada kalanya masa lalu kembali mengetuk pintu, termasuk mantan yang pernah mengisi hari-hari kita. Bisa jadi ia datang dengan niat baik, seperti ingin meminta maaf atau mencoba menjalin hubungan kembali. Namun, sebagai Muslimah, penting untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, tanpa terbawa perasaan atau melanggar prinsip Islam. Lalu, bagaimana cara terbaik menghadapi mantan yang datang kembali?
Evaluasi Niat dan Tujuan
Sebelum merespons kehadiran mantan, tanyakan pada diri sendiri: Apa niatnya kembali? Apakah untuk memperbaiki hubungan yang dulu gagal, atau hanya sekadar bernostalgia? Jika niatnya baik, misalnya ingin menjalin hubungan serius dan halal, maka istikharah adalah langkah terbaik. Mengambil waktu untuk merenungkan tujuan komunikasi ini akan membantu kita membuat keputusan yang lebih matang dan tidak tergesa-gesa.
Namun, jika hanya sekadar mengobrol tanpa tujuan jelas, sebaiknya berhati-hati agar tidak terjerumus dalam hubungan yang tidak berlandaskan syariat. Jangan sampai kita memberikan ruang untuk perasaan yang seharusnya sudah ditinggalkan, terutama jika hal itu dapat menghambat pertumbuhan spiritual dan emosional kita sebagai Muslimah.
Jaga Batasan Syariat
Islam mengajarkan untuk menjaga batasan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Jika mantan menghubungi kembali, pastikan komunikasi tetap sopan, tidak berlebihan, dan tidak membuka ruang bagi perasaan lama untuk muncul kembali tanpa arah yang jelas. Menjaga hijab dalam komunikasi baik secara langsung maupun melalui pesan singkat akan melindungi hati dari godaan yang tidak diinginkan.
Hindari pertemuan berdua, obrolan yang tidak perlu, atau komunikasi yang bisa menjerumuskan dalam godaan syaitan. Menghindari keterlibatan emosional yang berlebihan dalam komunikasi dengan mantan adalah salah satu cara untuk menjaga kehormatan diri. Dengan demikian, kita dapat tetap istiqomah dalam menjaga hati dan menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Islam.
Ingat Alasan Perpisahan
Ketika seseorang dari masa lalu kembali, ada baiknya untuk mengingat alasan perpisahan yang terjadi. Jika hubungan dulu berakhir karena alasan yang prinsipil, seperti ketidaksepahaman dalam agama, karakter, atau kebiasaan yang tidak baik, maka pikirkan baik-baik sebelum memberikan kesempatan lagi. Jangan sampai hanya karena perasaan sesaat, kita mengabaikan pelajaran berharga dari masa lalu.
Sering kali, perpisahan terjadi karena ketidakcocokan yang mungkin tidak akan berubah jika diberikan kesempatan kedua. Jika memang ada perubahan positif, penting untuk menilainya secara objektif dan bukan hanya berdasarkan harapan atau nostalgia. Evaluasi ini akan membantu kita menentukan apakah keputusan kembali kepada mantan adalah langkah yang bijak atau justru membawa lebih banyak masalah di masa depan.
Jangan Terjebak dalam Romantisasi Masa Lalu
Kadang, kehadiran mantan bisa membangkitkan kenangan manis yang membuat kita lupa akan kenyataan. Ingatlah bahwa yang berlalu tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Rasa rindu atau nyaman mungkin hanyalah perasaan sesaat yang muncul karena ingatan akan kebersamaan, bukan karena mantan benar-benar pilihan terbaik untuk masa depan.
Fokuslah pada masa depan dan jangan biarkan perasaan sesaat membuat kita mengulang kesalahan yang sama. Pikirkan kembali bagaimana hubungan itu berjalan, apakah lebih banyak manfaat atau justru mudaratnya. Dengan melihat masa lalu secara realistis, kita dapat lebih mudah menerima kenyataan dan tidak terjebak dalam ilusi kebahagiaan yang tidak nyata.
Fokus pada Tujuan Hidup dan Jodoh yang Terbaik
Jika tujuan utama dalam hidup adalah mencari keberkahan Allah, maka pikirkan kembali apakah memberi kesempatan kepada mantan akan mendekatkan kita pada tujuan itu atau justru menjauhkan. Fokus pada perbaikan diri dan memperkuat hubungan dengan Allah lebih penting daripada kembali ke masa lalu yang tidak pasti.
Islam mengajarkan bahwa jodoh adalah takdir Allah, dan jika mantan bukanlah yang terbaik, maka yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan seseorang yang lebih baik untuk kita. Jangan biarkan ketakutan akan kesendirian membuat kita bertahan pada sesuatu yang tidak membawa kebaikan. Dengan berserah diri kepada Allah, kita akan diberikan jodoh yang benar-benar terbaik dan sesuai dengan kebutuhan kita.
Berdoa dan Berserah Diri kepada Allah
Sebagai Muslimah, langkah terbaik dalam mengambil keputusan adalah berdoa dan memohon petunjuk dari Allah. Jika mantan datang kembali dengan niat yang baik, mintalah bimbingan Allah untuk membuat keputusan yang benar. Shalat istikharah bisa menjadi cara terbaik untuk menemukan ketenangan hati dan mendapatkan petunjuk apakah langkah yang akan diambil sesuai dengan ridha-Nya atau tidak.
Jika ternyata ia bukan yang terbaik, mintalah kekuatan untuk melepaskan dan merelakan masa lalu dengan lapang dada. Allah selalu memiliki rencana yang lebih baik, dan dengan tawakal, kita akan diberikan yang terbaik, meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita saat ini. Bersabar dan yakin kepada ketetapan Allah akan membantu kita menghadapi situasi dengan lebih tenang dan penuh kebijaksanaan.
Kedatangan mantan bisa menjadi ujian bagi Muslimah dalam menjaga hati dan prinsip. Sikap bijak yang harus diambil adalah menilai niatnya, menjaga batasan syariat, mengingat alasan perpisahan, dan fokus pada masa depan. Jangan mudah terbawa perasaan atau kembali ke hubungan yang tidak jelas. Percayalah bahwa jika memang ia jodoh yang terbaik, Allah akan memberikan jalan yang halal dan penuh keberkahan. Jika tidak, yakinlah bahwa ada rencana yang lebih indah dari-Nya. Semoga kita semua diberikan kebijaksanaan dalam menghadapi masa lalu dengan cara yang diridhai Allah. Aamiin.