Parenting Islami: Cara Mendidik Anak dengan Kasih Sayang & Ketegasan

Parenting Islami: Cara Mendidik Anak dengan Kasih Sayang & Ketegasan

Parenting Islami: Cara Mendidik Anak dengan Kasih Sayang & Ketegasan
Image credit: envato

Mendidik anak dalam Islam adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan keimanan anak. Dalam Islam, keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan menjadi kunci utama dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan shalihah. Berikut beberapa cara mendidik anak secara Islami dengan pendekatan kasih sayang dan ketegasan.

Memberikan Teladan yang Baik

Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan dengan apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus menjadi teladan yang baik dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam ibadah dan akhlak. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam bersikap lembut, penyayang, tetapi tetap tegas dalam mendidik.

Sikap disiplin dalam menjalankan shalat, membaca Al-Qur'an, serta berperilaku jujur dan santun harus diterapkan terlebih dahulu oleh orang tua agar anak terbiasa melihat dan meniru kebiasaan baik tersebut.

Mendidik dengan Penuh Kasih Sayang

Kasih sayang adalah fondasi utama dalam mendidik anak. Islam mengajarkan bahwa anak-anak harus diberi perhatian, cinta, dan kelembutan agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh ketenangan dan kebahagiaan. Rasulullah Rasulullah sendiri sangat penyayang terhadap anak-anak dan sering menunjukkan kasih sayangnya dengan cara mencium, menggendong, serta berbicara dengan lembut kepada mereka.

Ketika anak merasa dicintai, mereka akan lebih mudah menerima nasihat dan arahan dari orang tua. Kasih sayang juga bisa ditunjukkan dengan cara mendengarkan keluh kesah anak, memberikan waktu berkualitas bersama mereka, serta menghargai perasaan dan usaha mereka.

Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman Sejak Dini

Pendidikan agama harus dimulai sejak anak masih kecil. Ajarkan mereka mengenal Allah, Rasulullah Rasulullah, dan ajaran Islam dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka. Misalnya, dengan membacakan kisah-kisah Nabi sebelum tidur, mengajak mereka shalat bersama, serta mengajarkan doa-doa harian dengan cara yang interaktif.

Menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini akan membentuk karakter anak yang kuat dan memiliki pondasi keimanan yang kokoh saat mereka tumbuh dewasa.

Bersikap Tegas tapi Tidak Keras

Ketegasan dalam mendidik anak sangat penting agar mereka memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab. Namun, ketegasan bukan berarti bersikap keras atau kasar. Islam mengajarkan untuk menegur dengan cara yang baik, memberi nasihat dengan lemah lembut, serta menjelaskan konsekuensi dari tindakan yang kurang baik.

Jika anak melakukan kesalahan, hindari langsung memarahinya dengan nada tinggi. Sebaliknya, berikan pemahaman mengapa hal tersebut tidak baik dan bagaimana cara yang lebih baik untuk bersikap.

Mengajarkan Konsep Tanggung Jawab dan Konsekuensi

Anak perlu diajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jika mereka melakukan sesuatu yang baik, berikan pujian atau apresiasi agar mereka termotivasi untuk terus melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika mereka melakukan kesalahan, berikan konsekuensi yang mendidik, seperti meminta mereka bertanggung jawab atas perbuatannya.

Misalnya, jika anak lalai dalam shalat, ajak mereka berdiskusi tentang pentingnya shalat dan bagaimana Allah mencintai hamba-Nya yang taat. Hindari hukuman fisik yang bisa membuat mereka takut atau malah menjauh dari ajaran Islam.

Membangun Komunikasi yang Baik

Anak-anak perlu merasa bahwa mereka bisa berbicara dan berbagi perasaan dengan orang tua tanpa takut dihakimi. Bangun komunikasi yang terbuka dan penuh kehangatan agar mereka nyaman untuk berbagi cerita, bertanya, dan meminta nasihat.

Meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka dengan penuh perhatian akan membuat anak merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri.

Mendoakan Anak agar Menjadi Anak Shalih dan Shalihah

Sebagai orang tua, kita tidak bisa mengontrol segala aspek kehidupan anak, tetapi kita bisa selalu mendoakan mereka. Doa orang tua untuk anak sangatlah mustajab, terutama doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Salah satu doa yang dianjurkan dalam Al-Qur'an adalah:

"Rabbana hablana min azwajina wa dhurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lil-muttaqina imama." 

(Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.) (QS. Al-Furqan: 74)

Dengan doa yang terus-menerus, insyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan selalu berada dalam lindungan-Nya.


Parenting Islami adalah tentang menyeimbangkan antara kasih sayang dan ketegasan dalam mendidik anak. Dengan memberikan teladan yang baik, membangun komunikasi yang kuat, serta menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, kita dapat membimbing anak-anak menjadi pribadi yang bertakwa dan berakhlak mulia. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanah ini. Aamiin.

--- 02 Dec, 2024