Menangani Tantrum dengan Pendekatan Islami: Hikmah di Balik Ujian Kesabaran

Menangani Tantrum dengan Pendekatan Islami: Hikmah di Balik Ujian Kesabaran

Menangani Tantrum dengan Pendekatan Islami: Hikmah di Balik Ujian Kesabaran
Image credit: envato

Tantrum adalah salah satu fase perkembangan yang umum dialami anak, terutama balita. Mereka menangis, berteriak, atau bahkan melempar barang karena belum bisa mengekspresikan emosi mereka dengan baik. Bagi seorang Muslimah, menghadapi tantrum anak bukan hanya soal ketahanan mental, tetapi juga ujian kesabaran dan kesempatan untuk mendidik dengan kelembutan sesuai ajaran Islam. Bagaimana cara menangani tantrum dengan pendekatan Islami? Simak pembahasannya berikut ini.

Memahami Tantrum sebagai Bagian dari Perkembangan Anak

Tantrum terjadi karena anak masih belajar mengenali dan mengelola emosinya. Mereka belum mampu mengungkapkan keinginan atau kekecewaan dengan kata-kata sehingga melampiaskannya dengan cara yang ekstrem.

Cara Menghadapinya:

  • Pahami bahwa tantrum adalah hal yang wajar. Ini bukan tanda bahwa anak nakal, tetapi bagian dari proses tumbuh kembangnya.
  • Tetap tenang dan jangan terpancing emosi. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya mengendalikan marah, sebagaimana sabdanya: "Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya." (HR. Bukhari & Muslim).
  • Bersabar dan tetap hadir untuk anak. Anak membutuhkan rasa aman saat menghadapi emosi mereka sendiri.

Menghadapi Tantrum dengan Kelembutan dan Kasih Sayang

Islam mengajarkan bahwa mendidik anak harus dengan kelembutan, bukan dengan kekerasan atau kemarahan.

Tips Mengatasi Tantrum dengan Lembut:

  • Berbicara dengan nada rendah dan penuh kasih. Anak akan lebih tenang jika mendengar suara yang lembut.
  • Gunakan bahasa sederhana untuk membantu anak mengenali emosinya. Misalnya, "Kakak marah ya? Apa yang bikin Kakak kesal?"
  • Peluk anak atau berikan sentuhan lembut. Kontak fisik yang penuh kasih dapat meredakan emosinya lebih cepat.

Doa dan Dzikir sebagai Penguat Kesabaran

Menghadapi tantrum adalah ujian bagi orang tua. Oleh karena itu, berdoa dan berdzikir adalah cara terbaik untuk menenangkan hati dan meminta pertolongan kepada Allah.

Amalan yang Bisa Dilakukan:

  • Membaca doa memohon kesabaran: "Rabbana afrigh 'alayna sabran wa tawaffana muslimin." (QS. Al-A'raf: 126) – "Ya Rabb kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim."
  • Dzikir untuk menenangkan hati: Membaca Astaghfirullah atau Hasbunallah wa ni’mal wakil saat mulai merasa kesal.
  • Mendoakan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tenang: Seperti doa Nabi Ibrahim dalam QS. Ash-Shaffat: 100: "Rabbi hab li minas sholihin""Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang shalih."

Mengajarkan Anak Mengelola Emosi dengan Pendekatan Islami

Sejak dini, anak perlu diajarkan bagaimana mengelola emosi mereka dengan cara yang baik.

Cara Mengajarkan Anak Mengontrol Emosi:

  • Mengajarkan anak untuk mengambil napas dalam-dalam saat marah. Ini bisa membantu mereka lebih tenang.
  • Membiasakan anak untuk beristighfar saat kesal. Dengan contoh dari orang tua, anak akan belajar bahwa istighfar bisa membantu mereka mengendalikan diri.
  • Menggunakan kisah-kisah islami sebagai pembelajaran. Ceritakan kisah Nabi Muhammad SAW yang selalu bersabar dalam menghadapi orang-orang yang kasar kepadanya.

Konsisten dalam Mendisiplinkan Anak dengan Cara yang Baik

Meskipun kelembutan penting, tetap diperlukan batasan yang jelas agar anak memahami mana perilaku yang baik dan tidak.

Tips Mendisiplinkan Anak dengan Baik:

  • Berikan konsekuensi yang logis dan tetap penuh kasih. Misalnya, jika anak membuang mainan karena tantrum, ajarkan mereka untuk membereskannya sendiri setelah tenang.
  • Gunakan pujian untuk menguatkan perilaku positif. Jika anak berhasil mengelola emosinya dengan baik, pujilah dengan tulus agar mereka merasa dihargai.
  • Konsisten dalam menerapkan aturan. Anak butuh kepastian agar bisa memahami batasan dengan lebih baik.


Tantrum bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi justru menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mendidik anak dengan kesabaran dan kasih sayang. Islam mengajarkan kita untuk menghadapi emosi dengan kelembutan, doa, dan pengendalian diri. Dengan pendekatan Islami, kita bisa menjadikan tantrum sebagai momen pembelajaran bagi anak dan juga sebagai ladang pahala bagi orang tua. Semoga Allah memberikan kesabaran dan kebijaksanaan dalam mendidik anak-anak kita. Aamiin.

--- 18 Dec, 2024